Peternak Curhat Sulit Dapat Jagung untuk Pakan Ayam

Detik.com, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim produksi jagung lokal diperkirakan surplus pada 2017. Tahun ini, Kementan menargetkan produksi jagung sebesar 23 juta ton, sementara kebutuhannya yakni 22,2 juta ton.

Namun demikian, para peternak ayam, khususnya peternak ayam layer atau petelur, mengaku sulit mendapat jagung lokal.

“Setelah tahun 2015 sulit cari jagung. Kadang sudah mahal, barangnya pun tidak ada, enggak bisa giling jagung buat pakan ayam kita. Kalau buat pabrikan besar bisa ganti pakai wheat (gandum) impor, kalau kita bagaimana,” keluh Tri Hadiyanto, Ketua Dewan Pembina Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) dalam diskusi ‘ Kontroversi Jagung’ di Pomelotel, Jakarta, Selasa (23/5/2017).

Menurut dia, kalaupun ada ada surplus produksi jagung lokal sebagaimana yang diklaim pemerintah, ada masalah distribusi yang membuat peternak lokal sampai saat ini masih saja kesulitan mendapatkan jagung petani.

“Kalau disebut surplus tapi jagungnya susah, berarti ada masalah di distribusi. Karena kenyataan jagung di lapangan ini susah kami carinya,” kata Tri.

Sementara itu, Musbar, Presiden Peternak Layer Nasional, mengungkapkan kelangkaan jagung lokal ini paling terasa setelah Kementan membatasi impor jagung. Hal ini membuat peternak kecil harus bersaingan dengan perusahaan pakan ternak besar dalam berburu jagung lokal.

“Kebutuhan pabrik pakan itu per bulan sekitar 600.000 ton, kita peternak kecil hanya butuh per bulan 200.000 ton. Jadi ini bukan hanya masalah peternak saja, tapi juga industri pakan yang menyebabkan kompetisi.

Diungkapkannya, tata niaga jagung lokal belum sebaik negara-negara lain. Produksi jagung lokal di Indonesia tersebar, dan pengelolaan pasca panen belum mendukung untuk pemenuhan kebutuhan jagung peternak dan industri.

“Jagung surplus, mungkin iya. Jagung di daerah Sumbawa digeletakkan begitu saja, tapi tidak ada gudangnya, jadi kalau surplus tempatnya dimana,” pungkas Musbar.

Sementara itu, berdasarkan data Kementan, produksi jagung nasional diklaim mencapai 21,5 juta ton, sementara kebutuhannya 20,2 juta ton, sehingga ada surplus jagung lokal sebesar 1,3 juta ton.

Sumber

Leave a Comment